Sang Begawan Melawan

Dia adalah begawan dari padepokan luhur di ibu kota
Datang dari pulau bekas wilayah Sriwijaya
Yang kini telah memiliki Kepala Daerah sendiri
Tahi lalat di atas bibir adalah ciri

Jadi begawan tak perlu renta
Dalang pidato Pak Tua itu mendapat gelarnya di usia muda
Sebagai pengakuan atas ilmu yang mumpuni
Dalam urusan hukum tata negeri

Adalah tak dapat dihindarkan
Jika Laksamana Cheng Ho harus diperankan
Setelah Sang Nata menitah ahli lain
Menduduki kursi menteri

Sungguh tak ada geliat dari Sang Begawan
Titah diterima bersama seorang teman
Pemaju negeri-negeri miskin
Yang kelompoknya tak lagi resmi diakui

Itu cerita dulu bagi Sang Begawan
Kini dia berdiri kokoh bersilang tangan
Mengatakan palsu Penuntut Luhur negeri ini
Yang berjabatan tanpa bukti diri

Sang Begawan mengusik Sang Nata
Menantangnya mengolah kata
Mengenai Penuntut Luhur punya kursi
Di hadapan para pengadil konstitusi

Previous Older Entries

Halaman/Sajak Populer

  • Tidak ada
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.